Senin, 03 Februari 2014
You got me, success!!
You only need to read this conversation from the bottom up. And please don’t compare my english with yours. I know you graduated from English Literature.
Me : “No. That’s ours” *if you want to know, now I’m dancing rolling around on my bed*
You : “Hei, that’s mine. Hahahaaa…”
Me : “You don’t believe? This is the real me and no hacked by anyone”
You : “Are you kidding me? This is the real me and no hacked by anyone. And you don’t need to hack yours”
Me : “How I answer yours when you got me success and you don’t need to do anything?”
You : “Just answer!
How can i get you? How can i get you? How can i get you? How can i get you? How can i get you? How can i get you? How can i get you? How can i get you? How can i get you? How can i get you? Sorry to ask this. I mean, how can i make you to love me back?”
Me : “......?”
You : “So, how can i get you?”
Me : “That’s mine. Hahahaaa.....”
You : “You asked that, what’s your intention?”
Me : “No. I just asked you back.”
You : “It’s ok if you won’t to tell me.”
Me : “Hah? You asked that, what’s your intention?”
You : “I mean, do you have some criteria for your future husband?”
Me : “Hah?”
You : “Hmm... What made you fall in love with someone?”
Me : “Yup!”
You : “Honestly?”
Me : “Sure. I will answer, correctly. Hahahaa...
You : “I wanna ask you some “things”, may i?”
Me : “Hahahaaa... I promise” *but from now, i’ll keep my promise*
You : “Ok, no problem. But i will wait that “someday”. Heheee...”
Me : “Someday, i will.” *even i don’t know, how much i gather my braveness to tell that*
You : “But, if you never mind to tell that.”
Me : “Are you really want to know?” *how can i said that the reason of my happiness is you*
You : “Hahaaa... How can you feeling happy as always? Yeah, everytime i asked you, you always said that.”
Me : “As always, happy!” *if you don’t believe it, you must see the smile on my face*
You : “How are you?”
Me : “Hi!”
You : “Hello!”
You confused huh? Let me tell you a clue about that. This is just my wish (wish it’ll be come true), you means to who receive this letter, me means to who write this letter.
So, thank you for received this letter.
Regard,
Irha
Ps: Btw, I wrote this letter.
Minggu, 02 Februari 2014
Pesan Numpang Lewat
Hai, kaget ya dapat surat dari aku. Tapi pasti kagetnya enggak seberapa dibanding dengan saat aku dengar ternyata kamu akhirnya yang gantikan aku. Iya, menggantikanku dalam banyak hal. Menggantikanku yang dulu rela menangis karena pacarmu.
Bagaimana rasanya puisi dan pujian dari pacarmu? Manis, bukan? Tapi kamu bisa kan balas puisi-puisi itu? Kalau ternyata kamu enggak bisa, berarti kamu gagal menggantikanku dalam hal ini.
Terus, saat dia selalu beri kejutan kecil, apa kamu balas dengan melakukan hal yang serupa?
Kalau tidak, berarti dia tidak seberuntung saat bersamaku.
Ketika dia membicarakan tentang seni dan sastra apa kamu menanggapinya? Oh, mungkin dia sama sekali tidak akan menceritakan itu padamu karena dia tahu kamu tidak paham.
Apa dia pernah cemburu sama kamu? Pasti enggak pernah. Mungkin dia terlalu percaya sama kamu, karena enggak ada hal yang patut dicemburui darimu.
Berapa kali dia bilang sayang sama kamu? Kalau aku sih dulu setiap hari. Bahkan yang kutahu dari temanmu, panggilanmu bukan “sayang”.
Sehebat apa kamu mempertahankannya? Karena yang kutahu, kamu lebih hebat dalam hal merebut.
Yang terakhir, sebanyak apa kamu menyebutkan namanya dalam do’a? Karena aku yakin, aku masih lebih banyak dalam hal ini daripada kamu.
Tolong sampaikan salamku untuk pacarmu, bilang sama dia buat selalu jaga kesehatan, jangan suka tidur di lantai, jangan suka tidur malam karena nanti jerawatan, jangan ceroboh, jangan kebangetan baik sama semua cewek karena itu adalah racun yang akan meracuni dirinya sendiri, tepati janji-janji dan jangan pernah berhenti membanggakan orang tua. Terus jangan lupa salam untuk mama, papa, kakak-kakak dan adiknya pacarmu ya..
Sebenernya, aku maunya menyampaikan langsung pesannya. Tapi karena takut kamu cemburu, jadi ya biar sekalian aja kamu tahu. Tenang, ini bukan surat balas dendam tapi surat cinta. Iya, surat cinta untuk pacarmu.
Ohya, aku Cuma mau bilang, beberapa panggilan manis dari pacarmu itu dulu panggilannya buatku. Minta ganti deh mendingan. Kasian kamu dapatnya yang bekas.
Terima kasih..
Salam…
Irha
Sabtu, 01 Februari 2014
Empat Point Malu-Malu
Aku, biasanya cuma nongol di facebook, timeline twittermu (jelas aku ada di antara tumpukan followingmu), path-mu (berarti aku ada di lingkaran 150 teman path-mu) dan contact bbm-mu (jangan dulu kamu cari sebelum selesai baca surat ini). Sesekali hinggap di tombol like atau gambar hati di postingan path-mu. Hmm, tapi aku juga pernah kok sedikit-sedikit mengomentari. Ah, sudah cukup ya perkenalannya.
Baiklah, boleh saja kamu mengerutkan dahi atau mempertemukan kedua alismu ketika baca surat ini. Tapi jangan terlalu dipikirin ya. Hehe..
Hanya beberapa hal harus kubicarakan (kutuliskan) padamu:
Satu, Kenapa ya setiap kudengarkan lagu Hivi! yang “mata ke hati” dan ketika sampai lirik “kau membuat cinta, jatuh dari mata dan turun ke hati”, yang aku ingat pasti kamu, udah gitu harus senyum-senyum? (Jangan dijawab, soalnya aku malu).
Dua, Kenapa sih ciri-ciri suami idamanku itu nyaris semuanya melekat ada di kamu? (Yang ini juga jangan dijawab, soalnya aku takut).
Tiga, Kenapa sih kamu itu sekarang temanku, bukan... (Yang ini gak jadi, soalnya aku keceplosan).
Empat, Boleh enggak, aku minta sama Tuhan kalau kamu aja yang jadi jodohku? (Kamu Cuma boleh jawab dengan jawaban “dengan senang hati”)
Yang nomor 4, maaf ya sedikit maksa, tapi kuharap kamu enggak marah.
Ohya, sekali lagi, ingat ya jangan dipikirin, nanti kamu kaya aku loh “sedikit-sedikit senyum-senyum sendiri” karena mikirin empat point itu. Hehee..
Selasa, 03 Desember 2013
Just Share: Resensi Buku
Assalamualaikum wr, wb...
Sudah lama tak tengok blog sendiri. Berbulan-bulan fokus sama skripsi, mulai dari proses awal sampai wisuda. Sekarang, harus mulai rajin nulis lagi nih. Setelah berfikir-fikir mau apa yang diposting di blog, akhirnya punya gagasan baru. Mau coba nulis resensi buku. Khususnya buku-buku koleksi atau yang udah pernah saya baca (minjem gitu). Nah, karena resensi itu saya yang nulis berarti ya yang saya tulis dari sudut pandang saya sendiri.
Sebelum men-judge atau komentar saya kasih tau karakter saya kalau berhubungan sama buku.
1. Saya senang dengan hampir segala jenis buku bacaan. Tapi, saya bacanya juga sesuai suasana hati dan terkadang kebutuhan.
2. Saya bisa betah berlama-lama dengan novel yang bercerita tentang seorang tokoh.
3. Saya sering bosan dengan buku bacaan yang paragrafnya panjang.
4. Saya senang hunting buku-buku murah yang mungkin udah enggak bisa atau jarang ditemuin di toko buku atau bahkan udah enggak dicetak lagi. Kenapa? Karena menurut saya buku-buku bagus itu bukan hanya buku-buku dengan label best seller, international edition ataupun buku yang udah pernah dapet award.
5. Saya terkadang random. So, jangan pernah menilai saya dari buku apa yang saya baca. Karena kemungkinan akan sulit menilai.
6. Kalau nanti dalam resensi ada kelebihan dan kekurangan dari buku, itu hanya penilaian dari saya pribadi.
7. Saya hanya berbagi sedikit dari hidup saya, termasuk menulis resensi ini.
8. Resensi yang akan saya tulis bukan promosi atau anjuran. Tapi saya akan benar-benar jujur kalau buku itu merupakan buku favorit saya.
Semoga apa yang bisa saya bagi bermanfaat, meski hanya sedikit. Sebaik-baiknya manusia itu yang bermanfaat untuk orang lain, kan? Enjoy mine..